Perjudian di Era Kolonial

Era Kolonial: Lotere Resmi, Pajak Permainan, dan Pacuan Kuda

Jauh sebelum kapal-kapal Eropa datang, masyarakat Nusantara sudah mengenal permainan untung-untungan — dari lempar dadu di pasar hingga adu ayam yang dipagari upacara adat. Yang berubah pada masa kolonial bukan keberadaannya, melainkan cara negara memandangnya: perjudian mulai diperlakukan sebagai objek izin dan pajak.

Suasana kota pelabuhan era kolonial Hindia Belanda dengan sirkuit pacuan kuda di kejauhan bernuansa foto tua sepia
Kota pelabuhan dan sirkuit pacuan kuda: dua panggung perjudian era kolonial. (Ilustrasi)

Lotere dan Rumah Permainan Berizin

Pemerintah Hindia Belanda melihat pendapatan dalam permainan peluang. Lotere dijual secara terbuka dengan izin resmi, sementara rumah-rumah permainan di kawasan permukiman Tionghoa dibiarkan beroperasi dengan dikenai tarif. Bagi pemerintah kolonial, izin adalah dua mata pisau: alat pengendalian sekaligus mesin kas.

Pacuan Kuda dan Taruhannya yang Terbuka

Panggung paling resmi ada di sirkuit pacuan kuda. Kota-kota besar memiliki lintasannya sendiri; pada hari perlombaan, bangsawan kolonial sampai penonton biasa berkumpul, dan loket taruhan beroperasi terang-terangan. Bagi sebagian orang, pacuan kuda adalah olahraga; bagi yang lain, arena bertaruh dengan kas resmi.

Lapisan Sosial dalam Satu Kebijakan

Kebijakan izin kolonial tidak netral. Hiburan kalangan Eropa dan permainan rakyat diperlakukan dengan aturan berbeda — yang satu dianggap gaya hidup, yang lain dibiarkan asal membayar. Arsip era ini menunjukkan bagaimana garis sosial ikut menentukan siapa boleh bermain apa, di mana, dan dengan perlindungan hukum seperti apa.

Akhir Sebuah Era

Ketika kemerdekaan datang, Republik mewarisi bukan hanya wilayah, tetapi juga Kitab Undang-Undang Hukum Pidana kolonial beserta pasal-pasal perjudian di dalamnya. Kerangka lama itu kelak menjadi pijakan bagi kebijakan baru — kelanjutannya dibaca di pindah ke bawah tanah, dan ringkasan besarannya di jejak regulasi. Halaman ini bagian dari arsip edukatif; hanya untuk usia 18 tahun ke atas — bermainlah dengan tanggung jawab.